Sterilnews.com -, Bogor – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor bersama pemerintah daerah telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dengan total nilai mencapai Rp 11,1 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, termasuk infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat pelaksanaan APBD 2025 agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami sudah sepakati dengan pemerintah daerah bahwa APBD 2025 senilai Rp 11,1 triliun ini akan dikawal dari awal hingga akhir tahun agar penggunaannya efektif dan tepat sasaran," ujar Sastra dalam diskusi bersama media di Kantor Lembaga Studi Visi Nusantara Maju, Cibinong, Rabu (15/1/2025).
DPRD Terima 600 Usulan dari Masyarakat
Selain itu, DPRD Kabupaten Bogor juga telah menerima lebih dari 600 usulan pokok pikiran (pokir) dari berbagai anggota dewan. Usulan tersebut mencakup perbaikan infrastruktur pendidikan, jalan rusak, serta peningkatan layanan kesehatan.
"Akhir tahun lalu, kami menerima lebih dari 600 usulan dari masyarakat yang disampaikan melalui anggota dewan. Ini akan menjadi perhatian utama dalam realisasi APBD 2025," jelas politisi Partai Gerindra tersebut.
Optimisme di Bawah Kepemimpinan Baru
Sastra juga optimistis bahwa dengan kepemimpinan baru di Kabupaten Bogor, pembangunan akan berjalan lebih cepat dan terarah. Ia menyebutkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Rudy Susmanto dan Jaro Ade, akan segera dilantik pada 10 Februari 2025.
"Insyaallah, kalau tidak ada halangan, tanggal 10 Februari 2025 nanti Pak Rudy Susmanto dan Jaro Ade akan resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Dengan pengalaman mereka yang sudah pernah menjabat sebagai Ketua DPRD, saya yakin pembangunan akan lebih progresif," ucapnya.
Sastra menambahkan bahwa selain memiliki pengalaman luas, kedua pemimpin baru Kabupaten Bogor juga memiliki jaringan yang kuat hingga ke pemerintah pusat. Hal ini diyakini akan mempercepat realisasi berbagai program pembangunan yang sempat tertunda di tahun-tahun sebelumnya.
"Setelah dilantik nanti, semua ketertinggalan yang kita alami selama beberapa tahun terakhir akan segera diselesaikan dengan kerja cepat dan strategi yang matang," tandasnya.